Market

BI Keluarkan Dua Jurus Stabilkan Kurs Rupiah

Meski sudah menguras devisa negara, rupiah tetap terancam mengalami tekanan global. Bank Indonesia pun terus mencari kebijakan yang tetap untuk menjaga kestabilan rupiah dengan dua jurus terbaru.

Awal pekan ini, Bank Indonesia (BI) menerbitkan instrumen sekuritas valuta asing Bank Indonesia (SVBI) dan sukuk valuta asing Bank Indonesia (SUVBI). Instrumen tersebut untuk memperkuat kebijakan dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung pengembangan pasar uang.

Mekanisme instrumen SVBI dan SUVBI tersebut diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 13 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 22/14/PBI/2020 tentang Operasi Moneter. “Ketentuan ini berlaku efektif pada 16 November 2023,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono seperti mengutip dalam pernyataan resmi BI, Senin (20/11/2023).

Pada penutupan perdagangan hari ini, mata uang rupiah menguat 48 poin atau 0,31 persen menjadi Rp15.445 per dolar AS dari penutupan sebelumnya sebesar Rp15.493 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin turut menguat ke posisi Rp15.419 dari sebelumnya Rp15.504 per dolar AS.

BI menjelaskan penurunan cadangan devisa pada periode tersebut dipicu oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah.

Sementara posisi cadangan devisa Indonesia pada Oktober 2023 tercatat mengalami penurunan sebesar US$1,8 miliar. Perinciannya, Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada Oktober 2023 mencapai US$133,1 miliar, turun dari posisi akhir September 2023 yang sebesar US$134,9 miliar.

Secara detail, karakteristik SVBI menggunakan underlying asset berupa surat berharga dalam valuta asing. Selain itu, SVBI berjangka waktu paling singkat satu bulan dan paling lama 12 bulan yang dinyatakan dalam jumlah hari kalender, yang dihitung sejak satu hari kalender setelah tanggal penyelesaian transaksi sampai dengan tanggal jatuh waktu.

Baca Juga:  10 Juta Gen Z Menganggur Jadi Bagai Bom Waktu untuk Prabowo-Gibran

Karakteristik SVBI juga diterbitkan dalam valuta asing dan tanpa warkat. SVBI juga diterbitkan dan diperdagangkan dengan sistem diskonto dan dapat dipindahtangankan serta dapat dimiliki oleh penduduk atau bukan penduduk di pasar sekunder.

Sementara itu, SUVBI memiliki karakteristik menggunakan underlying asset berupa sukuk global milik Bank Indonesia. SUVBI berjangka waktu paling singkat satu bulan dan paling lama 12 bulan yang dinyatakan dalam jumlah hari kalender yang dihitung sejak satu hari kalender setelah tanggal penyelesaian transaksi sampai dengan tanggal jatuh waktu.

SUVBI juga diterbitkan dalam valuta asing dan tanpa warkat. Selain itu, SUVBI hanya dapat dibeli oleh bank umum syariah (BUS) dan unit usaha syariah (UUS) di pasar perdana. Erwin memastikan, SUVBI juga dapat dipindahtangankan di pasar sekunder. Selanjutnya, SUVBI juga dapat dimiliki oleh penduduk atau bukan penduduk di pasar sekunder.

Back to top button