Kanal

Menjawab Tudingan Arya Sinulingga, Peter Gontha Laporkan Kasus Garuda ke Menteri Erick

Disebut pernah tanda tangan sewa pesawat, mantan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Peter Gontha tak terima. Saat bertemu di sela KTT COP26 di Glasgow, Skotlandia, Rabu (3/11/2021), Peter lapor kasus baru kepada Menteri BUMN Erick Thohir.

Ihwal pertemuannya dengan Menteri Erick disampaikan Peter lewat akun instagramnya, @petergontha. Dia memuji sosol Erick sebagai sahabat lama yang bertanggung jawab, santun, tegas, dan pekerja keras. Dalam akunnya, Peter dan istri mengaku kenal Erick sejak mahasiswa. Dan bersahabat dengan orang tua dan keluarga Erick.

Dalam tulisan lainnya, Peter membuka masalah lama di tubuh Garuda. Yakni pembelian 50 unit Pesawat Boeing 737 Max senilai US$3 miliar. Atau setara Rp42,8 triliun (kurs Rp14.300 per US$).

Proyek ini disetujui direksi dan komisaris pada 2013-2014. Kala itu, dirinya diminta tanda tangan namun ditolak. “Kenapa, karena kita hanya diberi waktu 24 jam untuk evaluasi dan menandatanganinya. Total kontraknya melebihi US$3 miliar untuk 50 pesawat,” ungkapnya.

Pada akhirnya, Peter menandatangai dengan catatan: “Bahwa kita tidak diberi waktu yang cukup untuk evaluasi. dan sayapun dikucilkan oleh direksi waktu itu. Saksi hidup masih banyak. Tanyakan saja! Juga jejak digitalnya saya ada!”

Pada 2020, Peter meminta direksi Garuda untuk mengembalikan 1 pesawat yang sudah terlanjur dikirim. Namun tidak bisa dengan alasan kontraknya tidak bisa dibatalkan dengan alasan apapun. “Saya minta dituntut di pengadilan Amerika Serikat dan minta uang perusahaan dikembalikan. Tapi tidak dilaksanakan, padahal Boeing sudah terkendala korupsi,” tulisnya.

Masih segar dalam ingatan, pada Senin (2/11/2021), Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyatakan dukungan terhadap langkah Peter Gontha yang menyerahkan sejumlah data dugaan penggelembungan sewa pesawat di Garuda ke KPK dan Kementerian Hukum dan HAM. “Jadi kita dorong memang supaya mantan-mantan komisaris dan direksi pada saat itu bisa diperiksa saja,” kata Arya melalui pesan suara.

Baca Juga:  Pelototi Program Makan Siang Prabowo-Gibran, Ketua KPK Perintahkan Anak Buah Bikin Kajian

Namun, ada pernyataan Arya yang tidak mengenakkan telinga Peter. Dia bilang, dugaan penggelembungan sewa pesawat di Garuda, bersumber dari penyewa. Dari informasi yang diperoleh Arya, Peter ikut meneken transaksi tersebut.

Namun demikian, Arya mengatakan, ada kesepakatan sewa pesawat yang ditolak Peter Gontha. Meski begitu, hampir semua ikut dibubuhi cap Peter. Oleh karena itu, Arya meminta komisaris hingga direksi pada periode tersebut, diperiksa. “Kita dukung Pak Peter. Termasuk Pak Peter sekalian bisa jelaskan,” papar Arya.

Iwan Purwantono

Mati dengan kenangan, bukan mimpi
Back to top button