News

MER-C: Tiga WNI Relawan di RS Indonesia Gaza dalam Keadaan Sehat

Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Sarbini Abdul Murad mengatakan bahwa tiga WNI relawan MER-C yang bertugas di Rumah Sakit Indonesia di Gaza dalam keadaan sehat, setelah serangan brutal Israel terhadap fasiltas medis itu.

“Sampai dengan hari ini, kami (masih) belum bisa berkomunikasi dengan teman-teman yang ada di sana,” ujar Sarbini dalam konferensi pers MER-C di Jakarta, Senin (20/11/2023).

“Namun, berdasarkan informan-informan kami yang ada di sana, menurut jaringan kami, bahwa tiga relawan MER-C Insyaallah dalam keadaan sehat dan ada beberapa foto yang dikirim kepada kami… dan mereka sekarang berada di Rumah Sakit Indonesia,” lanjut dia.

Sarbini menyebut, saat ini ada setidaknya 700 orang luka-luka yang sedang dirawat dan sekitar 5.000 orang yang mengungsi di dalam RS tersebut, yang mayoritas di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.

“Jadi tidak ada alasan yang kuat bagi Israel untuk menyerang karena di dalam rumah sakit Indonesia terdiri dari pasien-pasien yang sedang dirawat,” kata dia.

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan 12 orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka akibat serangan roket Israel di Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara pada Senin dini hari, dikutip dari Anadolu Agency.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi pada Senin menyatakan bahwa Kementerian Luar Negeri hilang kontak dengan tiga WNI yang menjadi relawan di RS Indonesia.

Dia juga mengatakan bahwa Indonesia mengutuk serangan Israel terhadap Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang telah menewaskan sejumlah warga sipil itu.

Menlu Retno mendesak semua negara, terutama yang memiliki hubungan dekat dengan Israel harus menggunakan pengaruh dan kemampuannya untuk mendesak Israel menghentikan kekejamannya.

Dia mengatakan bahwa Indonesia dan negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) akan terus menggalang dukungan dari negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan (DK PBB) agar gencatan senjata dapat segera dilakukan dan bantuan kemanusiaan dapat juga dilakukan tanpa hambatan.

 

Baca Juga:  Prof Dian Tjondronegoro Ungkap Potensi AI dalam Memperkuat Hubungan Indonesia-Australia

Back to top button